Kamis, 25 Oktober 2018

Apa?

Lingkaran hitam selalu kau mainkan
Dengan indah nan lihai kau menari disekelilingnya
Dengan tawa bangga rundukkan kepala..
Kau berkata aku adalah ujungmu
Kau katakan aku adalah titikmu...
Lalu kau buat jalur baru?
Lalu kau buat titik yang lain?
A....hahahahahhahahahaa...
Kau beri jalurmu untukku?
Kau pikir aku mabuk dengan jalurmu?
Oh... Tidaak
Ku hanya singgah sebentar saja bukam sebagai warga di jalur itu
Argh... Ku tak tahan
Ingin ku masuk dan..
Sebagai gunting, kupatahkan
Ku hentikan
Kuputus jalurmu,
Agar tak lagi membelenggu pada jiwa dan hati yang lain...

Embun

Kau terlalu indah
Hingga kau lenyap begitu saja
........



.
Aku adalah hari yang menanti bulir ketenangan
Dalam gelap dinginnya kesunyian
Dalam sunyi kucari ketenangan
Dalam tenang kutemui kedamaian
Dengan mata penuh harapan
Dengan hati penuh kebimbangan
Oleh jiwa yang penuh kerinduan
Hanya karena jarum jam memutar
Dengan singkat kau menghilang
Terkikis oleh keindahan lain yang hadir
Aaaaaaaaa......

Rabu, 24 Oktober 2018

Jejak

Jejakku memang terlihat
Memang tak lenyap
Dengan aku yang masih gigih mengukir jejak baru
Di depanku padang rerumputan
Atau padang pasir...
Yang kutau aku tak rela jika ku tanggalkan jejakmu pada putaran waktu yang lalu
Jika kau hanya dahulu...
Inginku sederhana....
Jadilah kau sekarang, yang terus jadi sekarang hingga esok dan tetap sekarang...
Kau... Jejakmu.. Dan diriku...

Kosong

Kudengarkan angin berbisik begitu lirih.. Hingga sangat lirih...
Namun aku masih saja ingin mendengarnya...
Ku resapi pejaman mata walau yang ada hanya hitam... Namun aku sangat menikmatinya...
Kuharmonikan keheningan dengan tenang... Walau nyatanya begitu sepi... Namun aku merasa aman dengannya...
Aku dengan serpihan debu.. Deburan ombak... Goyangan rumput... Dan daun daun gugur...